Cara Mengatasi Jerawat di Pipi yang Membandel

Tahukah Anda bahwa jerawat di semua area wajah seperti pipi, dahi atau hidung memiliki arti atau penyebab tersendiri? Biasanya setiap penyebab membutuhkan penanganan yang berbeda-beda. Untuk cara-cara mengatasi jerawat di pipi dan area lainnya yang bisa digunakan yaitu.

Cara Menghilangkan Jerawat di Pipi
Karena jerawat pada dasarnya adalah kondisi yang sama di mana saja di wajah, obat yang diresepkan sama. Anda dapat menggunakan obat jerawat seperti Asam salisilat, Benzoil peroksida, atau Retinoid. Berikut beberapa cara menghilangkan jerawat di pipi.

Cara Mengatasi Jerawat di Pipi yang Membandel

1. Bersihkan Wajah dengan Teratur
Saat kulit Anda rawan jerawat, cuci muka secara teratur dengan sabun yang lembut. Pilih pembersih yang tidak akan mengiritasi atau mengeringkan kulit Anda lebih jauh. Cuci muka secara rutin dua kali sehari untuk membantu mengatasi jerawat yang membandel atau tidak memperparah jerawat dan mencegah jerawat lama muncul kembali.

2. Menggunakan Obat Jerawat
Berikut beberapa obat jerawat yang bisa Anda gunakan :

  • Retinoid: Retinoid berfungsi untuk mengurangi minyak berlebih pada wajah dan membuka pori-pori. Contohnya adalah gel adapalen (Differin 0,1%).
  • Salicylic Acid: Produk ini mengandung asam salisilat untuk membantu membuka pori-pori dan mengurangi jerawat. Ini juga dapat membantu merawat area wajah lainnya untuk mencegah jerawat.
  • Benzoil Peroksida: Produk yang mengandung benzoil peroksida membantu melawan bakteri penyebab jerawat, khususnya Propionibacterium acnes. Seiring waktu, ini membantu mengurangi pembengkakan jerawat.
  • Antibiotik: Untuk peradangan jerawat, bahkan kasus yang parah, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik. Antibiotik sangat membantu dalam memerangi bakteri penyebab jerawat di pipi dan mengurangi peradangan. Bentuknya bisa berupa obat oles, bisa juga berbentuk tablet dengan dosis tergantung berat ringannya penyakit.
  • Isotretinoin: Isotretinoin, juga dikenal sebagai Accutane, adalah obat jerawat yang membantu mengobati jerawat parah. Menurut American Academy of Dermatology, dokter biasanya meresepkan isotretinoin untuk jangka waktu tertentu mulai dari 4 hingga 5 bulan. Durasi ini tentu saja bervariasi dari orang ke orang. Namun, isotretinoin memiliki beberapa efek samping yang cukup serius. Oleh karena itu, obat ini hanya boleh digunakan dengan resep dokter dan tidak boleh digunakan sembarangan. Jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil, perawatan ini tidak boleh digunakan. Pasalnya, bisa menyebabkan cacat lahir bagi janin dalam kandungan.

Anda boleh saja menggunakan obat jerawat yang sesuai dengan kebutuhan. Jika jerawat di wajah masih tergolong ringan, Anda bisa menggunakan obat bebas atau skincare khusus jerawat. Tapi ingat, untuk melihat hasilnya, obat jerawat harus digunakan minimal 4 minggu. Mengganti obat jerawat terlalu sering memang mungkin, tetapi jika tidak, justru bisa memperburuk jerawat di pipi.

Alih-alih memproses, yang sudah ada malah menambahkan jerawat baru. Oleh karena itu, gunakan 1 obat secara konsisten. Jika jerawat mulai mengecil, tetap gunakan sampai benar-benar hilang. Cara ini juga digunakan untuk menghindari munculnya jerawat baru di sekitarnya. Kunjungi Orami.co.id untuk informasi artikel kecantikan lebih lengkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.