Jokowi Jengkel soal Impor Jelang Isu Reshuffle Kabinet Besok, Ini 4 Menteri yang Pernah Disinggung

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan kejengkelannya saat bicara pentingnya kementerian/lembaga yang dipimpinnya untuk belanja produk dalam negeri. Dia jengkel lantaran masih banyak yang menggunakan uang negara untuk belanja produk produk impor. Padahal uang tersebut bersumber dari rakyat.

Jokowi bahkan menyebut kata 'bodoh' di dalam sambutannya sebagai bukti kejengkelannya soal belanja produk produk impor yang masih dilakukan oleh kementerian dan Pemda. "Sedih, ini uang rakyat, uang yang dikumpulkan dari pajak baik PPn, PPh, PPh badan, PPh perorangan, PPh karyawan, dari bea ekspor, dari PNPB (penerimaan negara bukan pajak), dikumpulkan dengan cara yang tidak mudah, kemudian belanjanya belanja produk impor. Bodoh sekali kita," kata Jokowi saat membuka Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/6/2022). Ini bukan pertama kalinya Jokowi menunjukkan kejengkelannya soal impor yang dilakukan kementerian dan Pemda.

Saat memberikan Pengarahan Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Bali, Jumat 25 Maret 2022 lalu, Jokowi juga secara langsung mengaku jengkel dengan banyaknya barang impor dalam pengadaan barang dan jasa yang dilakukan sejumlah kementerian, pemerintah daerah, hingga BUMN. Padahal, kata Jokowi, barang barang yang impor tersebut sebenarnya dapat diproduksi di dalam negeri. Bahkan di depan menteri, kepala lembaga, kepala daerah, pejabat BUMN, dan para pejabat, Jokowi menyentil beberapa 'pembantunya.'

Tak lain karena sejumlah kementerian masih menggunakan produk impor dalam jumlah yang tinggi. Presiden bahjkan mengancam akan me reshuffle menteri bila kedepannya masih banyak melakukan impor untuk pengadaan barang dan jasa di kementeriannya. "Kementerian, sama saja, tapi itu bagian saya itu. Resuffle," kata Presiden kala itu.

Setidaknya ada empat menteri yang bahkan disebut langsung oleh Jokowi dalam acara tersebut. Dalam pernyataannya, Presiden menyebut sosok menteri kesehatan terkait impor alat kesehatan seperti tempat tidur untuk rumah sakit. Padahal, produk tersebut dapat dibuat di Yogyakarta, Bekasi, hingga Tangerang.

"Alat kesehatan (alkes). Menteri Kesehatan, ini tempat tidur untuk rumah sakit, produksi saya lihat di Yogyakarta ada, Bekasi, Tangerang ada," ujar Jokowi. "(Kenapa) Beli impor, mau diterus teruskan? Mau saya umumkan kalau saya jengkel." "Ini RSUD juga impor. Kemenkes impor. Tak baca nanti. Karena sekarang gampang banget detail saya lihat," tegasnya, dikutip dari Kompas.com.

Diketahui, posisi menteri kesehatan saat ini diisi oleh Budi Gunadi Sadikin. Ia menggantikan Terawan Agus Putranto yang terkena reshuffle pada Desember 2020. Menteri kedua yang ditegur Jokowi secara langsung adalah Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Masih dari Kompas.com, Jokowi mengungkapkan kejengkelannya karena traktor traktor yang saat ini ada di Indonesia berasal dari luar negeri.

"Traktor kayak gitu bukan high tech aja impor. Jengkel saya. Saya kemarin dari Atambua, saya lihat traktor, alsintan (alat dan mesin pertanian) impor." "Ini enggak boleh, Pak Menteri. Enggak boleh," tegas Kepala Negara. Diketahui, Syahrul Yasin Limpo menjabat sebagai Menteri Pertanian per 23 Oktober 2019.

Ia menggantikan Amran Sulaiman yang selesai masa tugasnya sebagai Menteri Pertanian pada Kabinet Kerja 2014–2019. Sosok 'pembantu' presiden lainnya yang ikut disentil adalah Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Jokowi menyebutkan, konsumsi produk dalam negeri dari kementerian yang dipimpin Nadiem Makarim itu hanya Rp 2 triliun dari total anggaran yang diberikan.

"Tadi pagi saya cek baru Rp 2 triliun. Ini kelihatannya ada yang tidak semangat di dalam kementerian." "Urusan beli bangku, beli kursi, masak mau impor kita, laptop mau impor kita? Kita sudah bisa bikin semuanya itu. Sudahlah jangan diterus teruskan," ujar Jokowi. Terakhir, sosok menteri yang menjadi luapan kekesalan Jokowi adalah Menteri BUMN, Erick Thohir.

Hal ini berkaitan dengan adanya direktur utama (dirut) perusahaan pelat merah yang banyak menggunakan produk impor. Oleh karenanya, dia meminta agar para dirut itu diganti. "Saya sampaikan ke Menteri BUMN, sudah ganti dirutnya, ganti. Ngapain kita? (pertahankan)," ujar Jokowi.

Isu reshuffle atau perombakan kabinet Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali berhembus kencang. Bahkan isunya reshuffle kali ini akan dilakukan pada Rabu (15/6/2022) besok. Spekulasi seperti itu sering muncul menjelang Rabu Pon atau Pahing, hari dimana Presiden Jokowi beberapa kali melakukan reshuffle kabinet.

Di tengah isu reshuffle kabinet itu, muncul sejumlah informasi mengenai siapa saja menteri yang akan diganti dan penggantinya. Termasuk soal isu kader Partai Amanat Nasional (PAN) akan masuk ke dalam gerbong pemerintahan Jokowi. Sehari jelang isu reshuffle kabinet mulai muncul nama nama menteri yang akan diganti Presiden Jokowi.

Dua nama itu adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengaku mendengar informasi mengenai masuknya kader Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam Kabinet Indonesia Maju. Informasinya, PAN bakal mendapat posisi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang ditinggalkan Sofyan Djalil.

"Dengar dengar informasi saja, bukan A1," ujar Jazilul saat dimintai konfirmasi Kompas.com, Selasa (14/6/2022). Satu lagi menteri yang dipanggil Jokowi ke Istana hari ini adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku tidak tahu menahu terkait perombakan kabinet tersebut.

“Aku nggak tahu tuh, aku kerja aja,” kata Syahrul usia rapat terbatas terkait pangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/6/2022). Syahrul merupakan satu dari sejumlah nama menteri yang dikabarkan akan mengalami reshuffle kabinet. Selain mengganti menteri, dalam reshuffle kabinet ini kabarnya Jokowi juga akan menggeser jabatan sejumlah menteri.

Ada nama menteri yang selama ini populer di tengah masyarakat kabarnya akan dipindahkan ke kementerian lain. Sementara itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung memberikan respons atas isu merapatnya Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Kabinet Indonesia Maju. Menurut dia, kepastian soal hal itu akan diputuskan presiden.

"Ya itu kewenangan sepenuhnya presiden. Mau kapan, orangnya dari mana partainya apa, kebutuhannya apa, presiden yang tahu," ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (14/6/2022). "Karena pemerintahan ini masih dua tahun lagi. Sehingga dengan kebutuhan dan kecepatan itu presiden yang memutuskan," ucap dia. Dalam kesempatan itu, Pramono juga menjawab soal reshuffle atau perombakan kabinet yang disebut sebut akan digelar pada Rabu (15/6/2022) atau besok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.