West Ham Buru Dua Pemain Baru Lagi Setelah Rekrut Gianluca Scamacca, Ini Daftar Pemainnya

West Ham memburu dua pemain baru lagi setelah rampung merekrut Gianluca Scamacca. Dua pemain yang diincar setelah mendapatkan Gianluca Scamacca itu adalah Filip Kostic dan juga ada Brereton Diaz. Dua pemain itu diharapkan bisa membuat formasi West Ham makin sempurna setelah merekrut Gianluca Scamacca.

West Ham adalah tim yang sempurna untuk Gianluca Scamacca. Karena mereka adalah tim yang sama ambisiusnya dengan striker jangkung asal Italia ini. The Hammers telah menghabiskan hampir 100 juta euro (Rp 1,5 triliun) di bursa transfer panas musim ini.

Tapi mereka masih belum puas. Pelatih David Moyes masih mengincar setidaknya dua pemain lagi, yang sekarang masing masing sudah tahap negoisasi. Mereka adalah Filip Kostic, pemain Kroasia berusia 29 tahun dari Eintracht Frankfurt yang memiliki agen yang sama dengan Scamacca.

Juga ada Brereton Diaz, striker Chili dengan 22 gol di musim terakhir bersama Blackburn di divisi Championshipo. Namun, saat ini fokus para pendukung West Ham adalah kepada calon bintang baru mereka: Scamacca. "Jika dia menunjukkan bahwa dia memberikan segalanya di lapangan, para penggemar di sini akan menyukainya," kata salah satu penggemar yang mengantre untuk tanda tangan saat Scamacca pertama datang ke tempat latihan West Ham.

West Ham telah merekrut Gianluca Scamacca pemain baru dari Sassuolo Gianluca Scamacca mempunyai postur dan skil mirip Zlatan Ibrahimohic. Baru berusia 23 tahun tapi Gianluca Scamacca sudah dua kali jadi top skor di Coppa Italia.

Dengan postur seperti Zlatan Ibrahimovic, tinggi, kuat, berotot, dan skill yang terbilang mumpuni. West Ham boleh berharap banyak kepada striker anyar mereka, Gianluca Scamacca. Penyerang berusia 23 tahun dengan tinggi 1,96 cm ini dibeli The Hammers dari Sassuolo senilai 36 juta euro (Rp547 miliar), ditambah sejumlah bonus.

Dikontrak selama lima tahun dengan gaji permusim mencapai 2,5 juta euro (Rp 27,8 miliar). "Saya sangat senang," kata Scamacca sambil tersenyum seraya memamerkan seragam barunya yang bernomor punggung 7. "Liga Inggris selalu menjadi impian saya dan sekarang menjadi kenyataan. Saya telah menunggunya sejak lama," ujarnya.

Dikutip dari Gazzetta.it, pemain yang dijuluki "The Italian Zlatan" ini tiba di London pada Senin waktu setempat dengan penerbangan pribadi dari Ciampino. Dia datang bersama sang agen, Alessandro Lucci, ibu, dan saudara perempuannya. Sehari kemudian, dia muncul pukul tujuh pagi di pusat olahraga West Ham di pinggiran kota London Timur untuk memulai pemeriksaan medis.

“Saya pikir West Ham adalah tim yang sempurna untuk saya,” kata Scamacca. "Mereka menunjukkan benar benar menginginkan saya dan ketika saya berbicara dengan pelatih, ada pemahaman langsung." Pemahaman yang sama juga muncul dari sang pelatih, David Moyes. Dia sudah membayangkan Scamacca sebagai pusat serangannya.

"Kami telah lama mencoba untuk menambah kekuatan di departemen ofensif kami dan kami senang telah menemukan Gianluca. Dia penyerang dengan masa depan cerah di depannya dan datang dengan referensi yang sangat baik, ” ujarnya penuh harap. Nama Scamacca memang harum di tanah Italia. Penyerang kelahiran Roma Italia 1 Januari 1999 ini tercatat dua kali menjadi top skor di ajang Coppa Italia, musim 2019–20, dan 2020–21. Si "Raksasa Italia" ini mengemas 16 gol dari 25(11) penampilan di Serie A.

Ke 16 gol itu dicetaknya melalui titik penalti, tembakan kaki kanan, dan sundulan, yang menunjukkan keserbagunaannya dalam peran menyerang. Hanya lima pemain yang mencetak lebih banyak gol di Serie A daripada dia. Kehadirannya yang berbahaya di lini tengah lawan membuatnya dipanggil ke tim nasional Italia pada tahun 2021, bermain dalam 7 pertandingan untuk Azzurri. Meski belum mencetak gol untuk tim senior, pemain berusia 23 tahun itu tampil mengesankan di level junior, mencetak 36 gol dalam 79 pertandingan di antara Azzurri U15 U21.

Scamacca, seperti ditulis di situs greenstreethammers, adalah tipikal pemain gesit yang kerap membuat bek lawan kelimpungan. Pengalamannya sebagai striker tunggal telah meningkatkan kemampuan bertahannya. Dia pun kerap menciptakan peluang bagi rekan satu tim. Kelebihan lain dari Scamacca adalah, dia bisa bermain di mana saja di lini depan.

Bisa sebagai striker sentral, maupun menyamping ke sayap kiri, atau kanan. Bahkan bisa juga menjadi second striker. Meski, kemampuannya yang versatile alias serba bisa ini belum dioptimalkan oleh Sassuolo yang terus mempertahankannya sebagai ujung tombak. Secara keseluruhan, Scamacca adalah penyerang klinis.

Satu satunya pemain Liga Premier yang mencetak gol lebih teratur darinya (satu gol setiap 146 menit) adalah duo Liverpool: Mo Salah (satu gol setiap 130 menit), dan Diogo Jota (satu gol tiap 145 menit). Moyes sepertinya benar, Scamacca memang punya referensi sangat bagus di Italia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.